Pep Guardiola Menyelamatkan Jurgen Klopp dari Tekanan Fans Liverpool

Liverpool boleh jadi menjalani musim ini yang luar biasa. Bersama Jurgen Klopp, mereka nyaris mewujudkan mimpi di Premier League dan sukses membawa pulang trofi paling bergengsi di dunia sepak bola: Liga Champions.

The Reds mengalahkan Tottenham Hotspur (2-0) di partai puncak yang dimainkan di Wanda Metropolitano. Setelahnya, euforia membuat kota Liverpool berwarna merah terang. Ratusan ribu fans Liverpool tumpah ke jalanan Merseyside.

Jurgen Klopp jadi pahlawan baru. Setelah empat tahun menangani Liverpool, akhirnya dia berhasil mempersembahkan trofi pertama. Penantian panjang itu terpuaskan, meski masih belum menjuarai Premier League.

Liverpool bakal mengutamakan Premier League musim depan harus Jurgen Klopp sudah tahu itu. Mereka telah mendekati 30 tahun tanpa trofi Liga Inggris. Tentu bukan torehan yang bagus untuk klub sebesar The Reds.

Liverpool menutup Premier League 2018/19 sebagai runner-up dengan 97 poin, hanya selisih satu poin dari Manchester City yang menjadi juara dengan 98 poin. Trofi Premier League itu sudah begitu dekat, sayangnya masih belum terjangkau.

Kegagalan musim lalu itu bisa jadi merupakan blessing in disguise untuk Jurgen Klopp. Jurgen Klopp jelas-jelas gagal, tetapi dia tetap mendapatkan dukungan penuh.

Selama masih ada Pep Guardiola di Premier League, kegagalan Jurgen Klopp bakal dimaafkan. Nama besar Pep Guardiola sudah mendahului hasil kerjanya. Sejak ditangani Guardiola, Manchester City diyakini bakal jadi juara beruntung.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *